Strategitegi Pembelajaran
A. Strategi pembelajaran
Apa sih pengertian strategi pembelajaran?
Dalam Kamus Induk Istilah Ilmiah , strategi merupakan “cara-cara yang baik
dan menguntungkan dalam suatu tindakan
”.
Istilah strategi berasal dari bahasa
yunani yaitu strategia, strategi merupakan sebuah perencanaan yang panjang untuk
berhasil dalam mencapai suatu keuntungan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989) strategi adalah
ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan
kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Yang dianggap berkaitan langsung
dengan pengertian strategi ini ialah bahwa strategi merupakan rencana yang cermat
mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu.
Menurut Atmosudirjo strategi merupakan perencanaan, langkah, dan
rangkaian untuk mencapai suatu tujuan, maka dalam pembelajaran guru harus
membuat suatu rencana, langkah-langkah dalam mencapai tujuan. Strategi harus
dilaksanakan dan diterjemahkan menjadi kebijakan, prosedur dan peraturan tertentu
yang akan menjadi pedoman membuat rencana dan membuat keputusan.
Strategi pembelajaran adalah langkah yang dilakukan oleh guru dalam
menumbuh dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik, dengan
cara menyusun perencanaan, penguasaan bahan, mengelolah kelas, menggunakan
metode dan media bervariasi, memberikan nilai secara objektif, memberikan hadiah
bagi yang berprestasi, dan memberikan pujian bagi perilaku yang baik.
Strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar.
Artinya, usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pembelajaran (tujuan,
bahan, metode, dan alat, serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar adalah
taktik kegiatan guru secara terprogram dalam pembelajaran, untuk menjadikan siswa
belajar secara aktif dan memahami apa yang diajarkan, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar yang terarah secara maksimal serta merubah tingkah laku peserta didik dan menciptakan relasi yang bersifat mendidik, sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimal.
B. Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi
(guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Aktivitas yang
dimaksudkan disini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas
siswa dalam proses pembelajaran akan berdampak terciptanya situasi belajar aktif.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya
“kegiatan/keaktifan” jadi segala susuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang
terjadi baik fisik maupun nonfisi, merupakan suatu aktivitas.
Aktivitas belajar itu adalah suatu kegiatan yang kita jalani dalam proses
belajar mengajar berlangsung.
Aktivitas belajar itu berhubungan dengan masalah belajar menulis, mencatat,
memandang, membaca, mengingat, berfikir, atau praktek, dan sebagainya.
Dalam belajar, seseorang tidak akan dapat menghindarkan diri dari suatu
situasi. Situasi akan menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan dalam rangkah
belajar. Bahkan situasi itulah yang mempengaruhi dan menentukan aktivitas belajar
apa yang dilakukan kemudian.
Untuk mencapai aktivitas belajar yang optimal dalam pembelajaran perlu
ditekankan adanya aktivitas siswa baik secara fisik, mental, intelektual, maupun
emosional. Di dalam pembelajaran, siswa dibina dan dikembangkan keaktifannya
melalui tanya jawab, berfikir kritis, diberi kesempatan untuk mendapatkanpengalaman nyata dalam pelaksanaan praktikum, pengamatan dan diskusi juga
mempertanggungjawabkan segala hasil dari pekerjaan yang ditugaskan.
C. Peserta Didik
Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada
dalam perkembangan. Peserta didik berarti bukan hanya anak-anak yang sedang
tumbuh atau berkembang dalam masa-masa bimbingan orang tua ataupun sekolah saja, akan tetapi mempunyai ruang lingkup usia yang tidak terbatas.
Pengertian ini
didasarkan atas tujuan pendidikan, yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk
mencapainya manusia harus selalu berusaha secara terus menerus melalui proses
pendidikan hingga akhir hayatnya.
Peserta didik merupakan pribadi yang tumbuh dan berkembang, yang
memiliki kesamaan dan perbedaan-perbedaan. Setiap peserta didik memiliki sifat dan
ciri khas masing-masing. Sifat yang dimiliki oleh setiap peserta didik terbentuk dari pengaruh faktor-faktor keturunan, lingkungan, dan diri.
Peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau
sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik bukan
binatang, tetapi ia adalah manusia yang mempunyai akal.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan strategi
pembelajaran yang tepat adalah peserta didik. Hal ini disebabkan adanya perbedaan
latar belakang dari masing-masing peserta didik, seperti lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, dan tingkat kecerdasan.
D. Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Aktivitas Belajar
Adapun strategi yang dilakukan oleh guru untuk mengoptimalkan aktivitas
belajar peserta didiknya melalui berbagai langkah sebagai berikut:
1. Menggunakan pendekatan yang tepat
Guru PAI yang memiliki strategi untuk menyesuaikan dengan tujuan
pembelajaran dan materi yang tepat, misalnya ada pendekatan pembelajaran secara
individual, akan tetapi ada pula yang lebih tepat pendekatan secara berkelompok. Sehingga apa yang di ajarkan oleh guru bisa memahami secara menyeluruh.
2. Menanamkan kerja sama dengan orang tua peserta didik
Orang tua merupakan penunjang keberhasilan dalam mengajar, karena tanpa
orang tua maka permasalahan siswa belum dapat diatasi. Orang tua juga tidak harus sepenuhnya menyerahkan kepada pihak sekolah, karena di sekolah dibatasi oleh waktu dalam mendidiknya maka setelah itu, sepenuhnya tanggung jawab orang tuaDengan adanya jalinan kerjasama pihak sekolah dan orang tua, maka guru mampu
menanamkan tingkah laku yang baik kepada siswa tersebut.
3. Memberikan nasehat dan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan
sehari-hari, baik dalam berkata, berbuat dan sebagainya
Dalam mengajar tentunya tidak lepas dari seorang guru memberikan tauladan yang baik, karena apa yang di lihat dan di dengarkan oleh peserta didik, tentunya dapat di tirunya, dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagai guru selalu memberikan
pemahaman dan nasehat agar dalam jiwa peserta didik mengahsilkan perilaku yang
baik dalam kehidupannya.